Kedai Berburu Buka Lagi
Setelah beberapa lama tidak buka, akhirnya tim Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) di Washington, D.C. kembali membuka Kedai Berburu pada hari Minggu tanggal 6 April yang lalu.
Kegiatan ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali dengan satu tujuan yaitu mengumpulkan dana untuk menyukseskan program Berbudaya Itu Seru (Berburu) di Jakarta.
Menu kali ini sangat spesial, untuk satu paket makanan seharga $10 pembeli dapat menikmati nasi, ayam goreng Sunda, karedok, perkedel jagung, dan teh kotak.
Bagi sebagian teman-teman kami di Washington, D.C. kesempatan untuk bisa menikmati makanan Indonesia jelas tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Tim JBRB sudah berkumpul di rumah Deja sejak pukul sebelas siang. Malam sebelumnya kami sudah membeli bahan-bahan makanan di supermarket Korea dan menyiapkan bumbu untuk ayam sehingga bisa langsung digoreng keesokan harinya.
Dibawah koordinasi Dila, sang koki, kami sibuk dengan tugas masing-masing. Tasa sibuk dengan perkedel jagung, Novi mengurusi karedok, Deja menggoreng ayam, sementara Hasna, anggota kami yang baru, sibuk mengatur bahan-bahan makanan. Sayang Ian datang terlambat karena ada tugas di kantor.
Sebelumnya kami sempat khawatir dengan rasa perkedel jagung yang kami persiapkan karena kami membeli jenis tepung yang salah. Tapi ternyata, tepung yang salah tersebut justru membuat rasa perkedel jagung menjadi lebih nikmat dari yang kami harapkan! Kami pun lega dan langsung berebutan mencicipi perkedel jagung tersebut.
Sementara itu, Deja tidak banyak mengalami kesulitan dengan ayam gorengnya. Bumbu yang sudah dipersiapkan pada malam sebelumnya terbukti ampuh karena begitu selesai digoreng ayam terasa begitu gurih dan empuk. Mantap!
Untuk urusan karedok, kami memutuskan untuk membuat saat pembeli datang. Hal ini dikarenakan kami ingin agar para pembeli dapat merasakan karedok dalam keadaan segar. Setiap pembeli yang datang akan ditanya apakah ia mau karedok yang tidak pedas (tidak pakai cabai), sedang (dua cabai), dan pedas (empat cabai).
Pembeli pertama kami Ucup datang pada pukul dua siang. Ucup tampaknya benar-benar datang untuk menikmati makanan kami karena ia mengaku belum makan seharian demi Kedai Berburu. Begitu makanan kami suguhkan, Ucup langsung memakan menu dengan sangat lahap. Ketika ditanya apakah makanannya enak Ucup menjawab, “Enak banget gila!”
Pembeli kami yang kedua adalah orang Amerika, Greg. Ia adalah teman Tasa yang datang setelah mendapat informasi mengenai Kedai Berburu di Facebook. Greg sedikit kesulitan untuk menemukan tempat kami karena telepon genggamnya mati. Untung saja Greg bisa meminjam telepon genggam milik orang yang sedang lewat, kami semua tertawa mendengar ceritanya.
Greg mengaku suka mencoba hal-hal baru dan makanan Asia. Kami terkejut mendengar jawaban Greg yang meminta dibuatkan karedok yang pedas. “Don’t worry guys, I like spicy food,” ujar Greg. Kami sempat tidak percaya dan menjelaskan bahwa empat cabai sangatlah pedas. Tapi Greg tidak perduli dan kembali meyakinkan kami bahwa ia memang suka makanan pedas. Dila lalu menyeletuk, “Wah Bulenya gileee.”
Greg ternyata tidak bohong, karedok dengan empat cabai yang kami saja merasa sangat kepedasan dilahap tanpa mengucurkan keringat. Hebat! Ketika kami tanya tentang makanannya ia menjawab, “I like it man, very nice.”
Hingga pukul sembilan malam Kedai Berburu ramai dikunjungi para pembeli yang hampir semua adalah teman-teman dekat kami. Mereka menghabiskan makanan sambil mengobrol dan menonton TV. Suasana kekeluargaan yang hangat dan ceria begitu terasa sehingga membuat kami semua puas dan tidak merasa lelah.
Akhirnya kami menutup Kedai Berburu dengan perasaan senang di hati. Seru banget! Kami merasa puas karena bisa menghabiskan waktu bersama dan bersenang-senang sembari mendapat dana untuk dikirimkan ke Jakarta. Semua jerih payah dan rasa lelah kami terbayarkan.
Terima kasih untuk para pembeli setia Kami, minggu depan kita buka lagi loh. Menunya lebih spesial lagi.
Foto 1: Novie sedang mempersiapkan makanan.
Foto 2: Greg Mudd menikmati menu makanan Kedai Berburu.



salam. wah, kreatif banget.
seandainya hal itu terjadi juga ditempat-tempat lain, bagus dan bermanfaat sekali.
wah, semoga tetap lancar.
impian saya, mudah-mudahan phenomena semacam itu terjadi juga di saudi, maksud saya orang-orang indo yang ada disaudi. atau mungkin saja, bisa terjadi di german, di australia, dan seterusnya. jadi, apa yang tasa cs lakukan bisa menjadi model untuk membangun bangsa setahap demi setahap.
good action.
keep moving.
ahmad
itsme231019
10 Apr 08 at 12:31 pm
wah..asyiknya punya banyak teman Indo di satu kota..Salute, semoga teman teman makin rajin berburu
!
M
11 Apr 08 at 2:24 pm
mantep-sedep
ingki
13 Apr 08 at 5:35 am
Jadi ngiler…Semoga tmn2 Jakarat bisa mengikuti apa yang Tim Washington lakukan, sukses untuk semua
UdioT
13 Apr 08 at 9:32 am
eh kok komentar gue beberapa waktu lalu di artikel gak ada yach?!
eh ya sud….pokoknya gitu lah.
yonna
18 Apr 08 at 5:39 am
eh seandainya kakekku disana tau
pasti kalian dikunjungi
hee….
dedik
10 Jun 08 at 5:36 pm